
the orbis package
Tepat dua hari sebelum aku berulang tahun, om Fedex datang membawa Orbis Ring Flash.
Berbeda dengan Ray Flash dan “Ray Flash” (dikasih tanda kurung, karena ada versi murah buatan china) yang memerlukan type tertentu untuk jenis flash tertentu. James Medellin, pengembangnya, membuat Orbis bisa digunakan oleh hampir semua merk dan jenis flash. Wah… kebetulan deh, aku kan sering pake Canon Speedlight 580 EX II dan Nikon SB 800 yang secara ukuran jauh banget bedanya.
Namun kekurangannya adalah, membutuhkan aksesories tambahan untuk digunakan. Sementara Rayflash tak butuh aksesories tambahan, tinggal menempelkan alat ini ke hotshoe flash unit yang sudah menempel di atas kamera. Aksesories itu adalah Synchro Cord bila ingin menggunakan fasilitas TTL dari kamera dan flash dengan merk yang sama atau memakai radio trigger PT04 atau Pocket Wizard. Kebetulan lagi… sesuai ama falsafah strobist yang senang make off camera flash.
Satu yang bikin sebel, walau alamat pengirim dari negeri nya Barrack Obama, ternyata orbis flash ini made in china.
Bagaimanapun… sama seperti ringflash lainnya, bila digunakan sebagai sumber cahaya utama dan satu satunya, cahaya yang dihasilkan cukup merata dan memberikan efek halo (ada bayangan hitam yang mengelilingi objek).
Mendapat kesempatan istimewa, motret Zizi – Miss Indonesia 2008. Pake Orbis sebagai cahaya utama. Penyebarannya terlihat cukup rata dan tidak terlalu keras.

Zizi, SB 800 + SC 28 & Orbis Ringflash
Namun, karena tidak terlalu suka dengan pencahayaan flat (rata seolah tanpa dimensi) kali ini aku menggunakannya sebagai fill in light.

without Orbis ringflash as a fill in

with orbis ringflash as a fill in.
Bisa terlihat dari pantulan di kaca, Orbis Ringflash digunakan sebagai main light yang diletakkan di sebelah kiri model.

Zizi